Skip to main content

Gawat ! Google, Facebook, WhatsApp, Instagram dkk Bakal Diblokir di Indonesia 20 Juli?

 


Kementrian Kominfo melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang di Indonesia dihimbahu untuk segera melakukan pendaftaran ke Kominfo. “Sebab, batas waktu pendaftaran PSE Lingkup Privat, bailk domestic maupun asing, melalui sistem online single submission-risk based approach (OSS-RBA) akan berakhir pada 20 Juli 2022” kata Dedy di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2022).

Batas pendaftaran tersebut pada 20 juli 2022 apabila belum mendaftar, Dedy menegaskas akses platform milik PSE lingkup privat akan diblokir. Sampai saat ini Rabu, 22 Juni 2022 sudah ada 4.450 PSE, yang terdiri dari 4.472 PSE domestic dan 68  PSE asing.

PSE yang terdaftar dapat dilihat melalui situs pse.kominfo.go.id., dikutip dari KompasTekno di situs PSE Kominfo, masih banyak nama-nama PSE Lingkup Privat populer di Tanah Air yang belum terlihat terdaftar di laman PSE Kominfo. Sebut saja seperti Google, Facebook, WhatsApp, Instagram, Netflix, Twitter, Telegram, Zoom, dan YouTube. Lantas, bila belum mendaftar hingga 20 Juli mendatang, apakah PSE seperti Google, Facebook, WhatsApp, Instagram, Netflix, dkk akan langsung diblokir dan tak bisa digunakan lagi oleh pengguna Indonesia?

Langsung diblokir atau tidak, Kominfo?

Pada hari terkahir periode pendaftaran PSE yang jatuh pada 20 Juli 2022, pihak Kominfo akan melakukan identifikasi PSE Lingkup Privat mana saja yang belum melakukan pendaftaran. "Setelah melakukan identifikasi, maka kominfo akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait yang menjadi pengampu sektor tersebut," Ujar Dedy. Dedy menjelaskan semisal ada ada platform financial technology (fintech) yang belum mendaftar, maka Kominfo akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga : Pengguna iPhone harus tahu! Inilah 10 Fitur Baru iOS 16

Bisa dinormalisasi

Ia mencontohkan, misalnya ada platform financial technology (fintech) yang belum mendaftar, maka Kominfo akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan.

Semisal PSE yang belum mendaftarkan diri merupakan platform game, maka Kominfo akan berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). "Setelah pengecekan dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, maka kami kemudian akan mengomunikasikan dengan PSE tersebut untuk bisa memberikan penjelasan 'mengapa kok belum mendaftar'?" kata Dedy. "Jika tidak ada penjelasan yang cukup bisa diterima oleh Kementerian Kominfo, maka sesuai dengan PM 5/2020 dan revisinya, maka kami akan langsung melakukan pemutusan akses," lanjut dia. Dengan kata lain, PSE Lingkup Privat seperti Google, Facebook, WhatsApp, Instagram, Netflix, dkk yang belum mendaftar hingga 20 Juli 2022, kemungkinan tidak akan langsung diblokir oleh Kominfo. Sebab, Kominfo akan melakukan indentifikasi dan meminta penjelasan dari PSE bersangkutar terlebih dahulu.

Dedy sendiri memprediksi PSE besar dan populer tersebut sedang melakukan proses pendaftaran. "Kami juga berkomunikasi dengan mereka. Kami optimis bahwa PSE-PSE yang besar yang tadi ditanyakan (seperti Google, Facebook, WhatsApp, Instagram, Netflix) itu akan taat kepada peraturan ini dan sedang melakukan proses pendaftaran," kata Dedy.

Bisa dinormalisasi

Semisal Google, Facebook, Netflix, dkk juga belum mendaftarkan diri dan terlanjur diblokir, Dedy mengatakan hal tersebut dapat dinormalisasi, artinya pemblokiran platform tersebut dapat dihentikan dan akses ke platform digital itu dapat dibuka kembali. Namun ada syarat yang harus terpenuhi terlebih dahulu sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo. Dalam kasus ini, platform PSE wajib mendaftarkan diri ke Kominfo melalui Sistem Online Single Submission-risk Based Approach (OSS-RBA) ). "Jika PSE tersebut sudah memenuhi kewajiban-kewajibannya sesuai peraturan perundangan yang berlaku, maka kami akan melakukan normalisasi," pungkas Dedy.

Popular posts from this blog

Aston Villa vs Chelsea: Drama dan Kontroversi di Villa Park

Aston Villa vs Chelsea Pertandingan Liga Inggris 2023/2024 antara Aston Villa dan Chelsea pada Minggu, 28 April, di Villa Park, menyuguhkan drama dan kontroversi yang memikat para penggemar sepak bola. Laga ini berakhir imbang 2-2, tetapi kejadian-kejadian menarik di lapangan membuatnya layak diperbincangkan. Pada menit kelima, Aston Villa berhasil unggul 1-0 berkat gol bunuh diri Marc Cucurela, memberikan tekanan awal bagi Chelsea. Namun, Chelsea segera memberikan respons. Pada menit ke-16, gol Nicolas Jackson sebenarnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, namun gol ini dianulir oleh VAR karena offside. Get Link Setelah itu, Aston Villa semakin mengukuhkan dominasinya dengan gol Morgan Rogers pada menit ke-42, menjadikan skor menjadi 2-0. Namun, Chelsea tidak menyerah begitu saja. Pada menit ke-63, gol dari Noni Madueke berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Dan pada menit ke-81, Conor Gallagher menyamakan skor menjadi 2-2 lewat tembakan spektakuler da...

Samsung: The Evolution of Innovation and Technology

Samsung, a global technology powerhouse, has a rich history that spans decades of groundbreaking advancements and transformative innovations. Founded in 1938 by Lee Byung-chul as a small trading company in South Korea, Samsung initially focused on the export of various goods, including groceries and textiles. Over the years, the company diversified its operations, expanding into areas such as insurance, securities, and retail. In the late 1960s, Samsung made a strategic decision to venture into the electronics industry, marking the beginning of its remarkable journey in the realm of technological innovation. The company's early ventures included the production of black-and-white televisions and other household appliances, laying the foundation for its future dominance in the consumer electronics market. Samsung's commitment to research and development propelled it to the forefront of the digital revolution. The brand's pioneering spirit and relentless pursuit of cutting-edg...

Liberty Enlightening the World: The Epic Tale of Lady Liberty

In the bustling harbor of New York City, a colossal figure rises against the skyline, holding high the torch of freedom. The Statue of Liberty, a symbol synonymous with the ideals of democracy and liberty, has a captivating history that weaves together the threads of political vision, international cooperation, and artistic brilliance. Titled "Liberty Enlightening the World," the statue was a gift from the people of France to the United States, conceived as a celebration of the centennial of American independence and a testament to the enduring alliance between the two nations. French sculptor Frédéric Auguste Bartholdi, alongside engineer Gustave Eiffel (of Eiffel Tower fame), collaborated to bring this vision to life. The construction of Lady Liberty was an international effort that spanned both sides of the Atlantic. In France, Bartholdi meticulously crafted the statue's copper exterior, while Eiffel engineered the intricate iron framework that would support its coloss...